Monday, January 27, 2014

Investasi Perlengkapan Memasak

Sebelum mulai masak-masak hemat, kita harus tau dulu alat apa aja yang dibutuhin untuk memasak dan menyimpan bahan makanan. Beruntunglah kamu yang kostnya sudah ada fasilitas dapur bersama dengan peralatan yang cukup lengkap. Berikut adalah peralatan masak dan makan yang paling esensial versi Koki Pelit:
1. Rice cooker antilengket - alat masak paling serba bisa: merebus, menggoreng, memanggang, dan mengukus all in one package! Manfaat yang paling signifikan dari keberadaan rice cooker adalah penghematan uang beli nasi di warung yang umumnya sekarang harganya Rp 3.000,00 per porsi.

Saya sendiri punya rice cooker baru dalam hitungan hari lho! Dan saya akui pembelian rice cooker ini memang agak terburu-buru karena ga pake survei harga di toko lain duluu, langsung main beli aja di Borma, tapi insyaAllah investasi rice cooker ga akan bikin rugi. Berdasarkan hasil browsing internet, ada 3 merk rice cooker yang paling umum dipakai dan disukai ibu-ibu rumah tangga: Yong Ma, Miyako, dan Cosmos. 

Setelah saya cek di Borma, kebanyakan rice cooker yang dijual berukuran keluarga, 1 L ke atas. Kalau untuk anak kost yang tinggal sendiri kan ga butuh gede-gede, jadilah saya langsung melirik ke ukuran yang terkecil yaitu 0,6 L - 0,8 L yang semuanya rice cooker antilengket. Yang ukuran 0,6 L hanya ada dari merk Cosmos; 0,7 L dari merk Magic Com; dan 0,8 L dari Kirin dan Cosmos. Sejauh pengamatan saya selama ini, rice cooker Cosmos 0,6 L adalah yang paling banyak digunakan mahasiswa. Namun setelah melihat harganya, kok yang 0,6 L lebih mahal dibanding yang 0,8 L? Padahal saya lihat spesifikasinya sama saja, cuma beda kapasitas tok. Yang 0,6 L harganya Rp 281.800,00 dan yang 0,8 L Rp 261.500,00. (*edited* info tambahan: ternyata harga rice cooker Cosmos 0,6 L di Pasar Simpang harganya cuma Rp 210.000,00!! xD). Akhirnya tanpa panjang lebar langsung saya beli si Cosmos Jar Mini Cooker CRJ-107 0,8 L yang tinggal satu-satunya dan lagi mejeng di display. Harga lebih murah, kapasitas lebih besar, dan kalo bikin kue ukurannya juga bisa lebih besar! Bisa bagi-bagi makanan ke teman-teman :D. Ini dia penampakannya:

Cosmos Jar Mini Cooker CRJ-107

Oiya, katanya rice cooker antilengket ini bisa berdampak buruk pada kesehatan kalau pancinya dipanaskan terlalu tinggi, tergores atau lapisan antilengketnya termakan. Lapisan antilengketnya ini mengandung karsinogen yang dapat menyebabkan kanker *lindungi saya dari segala macam penyakit ya Tuhan*. Namun sekarang sudah ada yang inovasi baru yaitu pancinya dilapisi "harmond", nasi akan jadi sedikit lebih lengket dari panci antilengket biasa tetapi aman dari ancaman zat berbahaya. Tentunya harganya lebih mahal dari rice cooker antilengket biasa.

Tips membeli rice cooker untuk anak kost:

Kalo udah punya rice cooker, no.2 dan 3 bisa dilewat lho kalo mau mah.

2. Kompor - kalo mau bisa menggoreng lebih cepat dibanding dengan pake rice cooker.

Buat saya kompor ini lebih penting dari rice cooker (karena sudah saya pakai lebih lama dari si rice cooker dan digunakan untuk memasak lauk sehingga menghemat pembelian lauk-pauk di luar yang lebih mahal dari harga nasi). Saya selalu menggoreng dengan kompor gas. Saya belum pernah menggunakan rice cooker saya untuk menggoreng karena selain akan memakan waktu lebih lama dari memasak di kompor, saya takut akan menggores panci antilengketnya yang mengandung zat beracun itu. Berhubung di kost saya sudah tersedia kompor beserta gasnya secara cuma-cuma, saya gak perlu keluar duit untuk mendapatkannya hihi.

Kalau yang di kostnya gak ada dapur, beli aja kompor gas kecil yang bisa dibawa-bawa alias kompor portable. Mungkin harganya mirip-mirip harga rice cooker ya. Harga refill gas kalengnya (1 kg) jaman dulu Rp 10.000,00 jadi mungkin sekarang udah Rp 15.000-an. Waktu pemakaian tiap kaleng gasnya antara 2-4 jam (abis nyontek: http://tokoone.com/gas-kaleng-kompor-gas-kaleng-portable/).

Kompor gas portable

Ada juga yang namanya kompor induksi yaitu kompor yang sumber panasnya dari listrik, bukan api dari gas. Saya sih belum pernah coba. Denger-denger ada yang bilang kalo kompor jenis ini lama panasnya. Berikut adalah artikel yang saya temui mengenai perbandingan keekonomisan kompor gas dengan kompor listrik: http://kelebihankomporinduksi.blogspot.com/2012/06/kelebihan-kompor-induksi-memasak-jadi.html.

Kompor induksi merk Phillips


3. Wajan dan panci - pasangannya kompor gas.

Dalam membeli wajan dan panci kita harus menentukan: 1) bentuk, 2) ukuran, dan 3) materialnya. Wajan dan panci itu macem-macem materialnya; ada yang dari alumunium, stainless steel, carbon steel, non-stick (Teflon dan Xylan). Sebelum membeli, baca dulu http://www.foodservicewarehouse.com/education/how-to-buy-a-wok/c27570.aspx.

4. Sutil

Penggunaan sutil disesuaikan dengan penggorengan dan masakan. Sutil ada yang terbuat dari kayu, stainless steel, dan teflon.

5. Pisau dan gunting

Pilih yang berbahan baja atau stainless steel yang tahan karat.

6. Piring tahan panas

Beli piring yang sekalian bisa buat mengukus atau memanggang, tetap aman digunakan walau terpapar panas tinggi.

7. Sendok-garpu tahan panas

Sendok-garpu stainless steel paling kuat, awet, dan mudah dicari.

8. Talenan

Penting sebagai alas yang 'dikorbankan' untuk potong-memotong bahan makanan.

Baca http://tokopastri.com/blog/kita-mengenal-peralatan-dapur-yuk untuk mengenal peralatan dapur lebih jauh. Baca http://rewinnita.wordpress.com/2013/08/16/tips-memasak-di-kamar-kos/ juga untuk tips memasak di kamar kost dengan rapi dan bersih, apik sekali (bukan saya banget) XD.

Tempat penyimpanan bahan makanan esensial:
1. Kulkas - mahal tapi penting.

Lagi-lagi saya beruntung tinggal di kost yang sudah disediakan kulkas bersama, ga kuat euy kalo beli sendiri. Kalo kamu ga punya kulkas, jangan beli bahan makanan yang cepat busuk/basi, atau kalau beli yang ga tahan lama gitu langsung diolah jadi makanan aja ya! Tapi saya saranin kamu patungan sama temen kost kamu untuk beli kulkas yang kecil aja minimal hoho.

Ketika Makan Butuh Perhitungan

Hei anak kost!
Hal apa sih yang paling menguras dompet kamu tiap bulannya? Kalo saya dulu sih: bayar kost, transportasi, dan makan! Tapi dari beberapa bulan belakangan ini, hal yang terakhir itu gak masuk nominasi lagi hihi. Kok bisa? Ya makan hemat dongg~ ;)

Makan hemat identik banget sama kehidupan anak kost, terutama mahasiswa. Anak kost jenis ini biasanya bergantung pada uang kiriman dari orangtua/saudara atau beasiswa, tapi ada juga lho yang dari hasil bekerja sendiri! *salut*. Ada yang dikirim berlebih dan banyak yang pas-pasan. Tapi kayaknya makin kesini mahasiswa terlihat makin 'mampu' yaa. Mahasiswa yang uang bulanannya pas-pasan biasanya paling ahli dalam mengatur keuangan untuk segala keperluannya. Biasanya lagi, mahasiswa yang berhemat akan masak sendiri dan jarang makan mahal di luar. 

Waktu saya mahasiswa, saya gak pernah mikirin pengeluaran bulanan, apalagi menghemat makan. Saya selalu makan di luar, namun untungnya saya memang bukan orang yang sering makan yang mahal-mahal, dan uang bulanan saya alhamdulillah cukup jadi saya merasa ga perlu mikirin uang. Saya tergolong anak manja lah untuk ukuran anak kost waktu itu, apa-apa instan, ga punya skill anak kost sejati, haha. 

Sekarang saya memang sudah bukan mahasiswa, tapi baru beberapa bulan belakangan ini saya mulai belajar masak dan mempraktekkan makan hemat ala anak kost. Gak ada kata telat kan untuk belajar? :). Setelah bekerja dan punya penghasilan sendiri, sekarang saya jadi sangat perhitungan haha *memang pelit dari sananya* :P. Hal ini sangat berkebalikan dengan beberapa orang. Berdasarkan pengamatan saya, setelah bekerja dan mendapatkan uang bulanan lebih banyak dari saat di bangku kuliah dan terhitung lumayan untuk ukuran fresh graduate yang bekerja di Bandung, banyak dari mereka yang jadi merasa 'berlebih' dan membelanjakan penghasilannya semaksimal mungkin, namun sayangnya sebagian besar untuk gaya hidup yang kurang bermanfaat. Mirisnya, di umur mendekati pertengahan 20-an, dengan uang sebanyak itu dan lifestyle yang selangit, ada yang masih gak bisa menyisihkan untuk ditabung sedikit pun, ada juga yang masih minta uang ke orangtua untuk bayar kost dan hal lainnya. Saya juga masih sih, tagihan hape bulanan yang pake nomor bapak, hehe *digeplak*. Tapi selebihnya engga kok :P.

Menurut saya, di umur-umur segini kita harus sudah bisa mengatur keuangan pribadi sedemikian rupa sehingga punya back up finansial untuk rencana masa depan yang makin serius *ngomong sama diri sendiri*. Dengan demikian, perhitungan dalam membelanjakan uang sangatlah penting! Hohoho *tertawa pelit* :P. Sebenarnya saya sendiri juga masih belum handal dalam manajemen keuangan, pengeluaran bulanan masih sering overbudget akibat kalap kalo lagi ingin sesuatu yang sebenernya gak perlu-perlu banget, hehe. Mau menghemat makan segimana juga, kalo belanja yang lainnya ga dipikir ya tetep aja boros pada akhirnya. Tiap akan belanja, tanya ke diri kamu sendiri: 1) Beli ini untuk apa? Butuh untuk sehat/berkembang/pamer doang? Kalo jawabannya negatif mending langsung diskip; 2) Barang itu bakal ngasih manfaat apa?; 3) Apakah harga segini pantas untuk manfaat itu? Bakal nyesel gak nanti?; setidaknya itu yang ada di pikiran saya akhir-akhir ini karena saya lagi gencar-gencarnya belanja bulan ini *curcol*. Pokoknya spend wisely ya teman-teman!

Begitulah kurang lebihnya pandangan dan pengalaman Koki Pelit terhadap anak kost dan konsumerisme saat ini. Blog ini ditujukan untuk para perantau terutama para pelajar, mahasiswa, dan pegawai, khususnya yang tinggal di kost/asrama di Bandung, jauh dari rumah dan ingin menghemat uang makan. Blog akan berisi resep-resep sederhana yang telah teruji beserta dengan perhitungan harga bahannya sebagai bahan perbandingan harga makanan di luar dengan masakan sendiri plus bonus info-info yang berkaitan dan curcol pengalaman saya juga gapapa yaaa. Semoga bermanfaat! :D

*Catatan:
  • Bahan makanan dibeli dari Borma Dago dan Pasar Simpang, Bandung.
  • Harga bahan makanan dapat berubah sewaktu-waktu.