Hei anak kost!
Hal apa sih yang paling menguras dompet kamu tiap bulannya? Kalo saya dulu sih: bayar kost, transportasi, dan makan! Tapi dari beberapa bulan belakangan ini, hal yang terakhir itu gak masuk nominasi lagi hihi. Kok bisa? Ya makan hemat dongg~ ;)
Hal apa sih yang paling menguras dompet kamu tiap bulannya? Kalo saya dulu sih: bayar kost, transportasi, dan makan! Tapi dari beberapa bulan belakangan ini, hal yang terakhir itu gak masuk nominasi lagi hihi. Kok bisa? Ya makan hemat dongg~ ;)
Makan
hemat identik banget sama kehidupan anak kost, terutama mahasiswa. Anak
kost jenis ini biasanya bergantung pada uang kiriman dari
orangtua/saudara atau beasiswa, tapi ada juga lho yang dari hasil
bekerja sendiri! *salut*. Ada yang dikirim berlebih dan banyak yang
pas-pasan. Tapi kayaknya makin kesini mahasiswa terlihat makin 'mampu'
yaa. Mahasiswa yang uang bulanannya pas-pasan biasanya paling ahli dalam
mengatur keuangan untuk segala keperluannya. Biasanya lagi, mahasiswa
yang berhemat akan masak sendiri dan jarang makan mahal di luar.
Waktu
saya mahasiswa, saya gak pernah mikirin pengeluaran bulanan, apalagi
menghemat makan. Saya selalu makan di luar, namun untungnya saya memang
bukan orang yang sering makan yang mahal-mahal, dan uang bulanan saya
alhamdulillah cukup jadi saya merasa ga perlu mikirin uang. Saya
tergolong anak manja lah untuk ukuran anak kost waktu itu, apa-apa
instan, ga punya skill anak kost sejati, haha.
Sekarang
saya memang sudah bukan mahasiswa, tapi baru beberapa bulan belakangan
ini saya mulai belajar masak dan mempraktekkan makan hemat ala anak
kost. Gak ada kata telat kan untuk belajar? :). Setelah bekerja dan
punya penghasilan sendiri, sekarang saya jadi sangat perhitungan haha
*memang pelit dari sananya* :P. Hal ini sangat berkebalikan dengan
beberapa orang. Berdasarkan pengamatan saya, setelah bekerja dan
mendapatkan uang bulanan lebih banyak dari saat di bangku kuliah dan
terhitung besar untuk ukuran fresh graduate yang bekerja di
Bandung, banyak dari mereka yang membelanjakan penghasilannya semaksimal
mungkin, namun sayangnya sebagian besar untuk gaya hidup yang kurang
bermanfaat. Mirisnya, di umur mendekati pertengahan 20-an, dengan uang
sebanyak itu dan lifestyle yang selangit, ada yang masih gak bisa
menyisihkan untuk ditabung sedikit pun, ada juga yang masih minta uang
ke orangtua untuk bayar kost dan hal lainnya. Saya juga masih sih,
tagihan hape bulanan yang pake nomor bapak, hehe *digeplak*. Tapi
selebihnya engga kok :P.
Menurut saya, di umur-umur segini kita harus sudah bisa mengatur keuangan pribadi sedemikian rupa sehingga punya back up finansial untuk rencana masa depan yang makin serius *ngomong sama diri sendiri*. Dengan demikian, perhitungan dalam membelanjakan uang sangatlah penting! Hohoho *tertawa pelit* :P. Sebenarnya saya sendiri juga masih belum handal dalam manajemen keuangan, pengeluaran bulanan masih sering overbudget akibat kalap kalo lagi ingin sesuatu yang sebenernya gak perlu-perlu banget, hehe. Mau menghemat makan segimana juga, kalo belanja yang lainnya ga dipikir ya tetep aja boros pada akhirnya. Tiap akan belanja, tanya ke diri kamu sendiri: 1) Beli ini untuk apa? Butuh untuk sehat/berkembang/pamer doang? Kalo jawabannya negatif mending langsung diskip; 2) Barang itu bakal ngasih manfaat apa?; 3) Apakah harga segini pantas untuk manfaat itu? Bakal nyesel gak nanti?; setidaknya itu yang ada di pikiran saya akhir-akhir ini karena saya lagi gencar-gencarnya belanja bulan ini *curcol*. Pokoknya spend wisely ya teman-teman!
Menurut saya, di umur-umur segini kita harus sudah bisa mengatur keuangan pribadi sedemikian rupa sehingga punya back up finansial untuk rencana masa depan yang makin serius *ngomong sama diri sendiri*. Dengan demikian, perhitungan dalam membelanjakan uang sangatlah penting! Hohoho *tertawa pelit* :P. Sebenarnya saya sendiri juga masih belum handal dalam manajemen keuangan, pengeluaran bulanan masih sering overbudget akibat kalap kalo lagi ingin sesuatu yang sebenernya gak perlu-perlu banget, hehe. Mau menghemat makan segimana juga, kalo belanja yang lainnya ga dipikir ya tetep aja boros pada akhirnya. Tiap akan belanja, tanya ke diri kamu sendiri: 1) Beli ini untuk apa? Butuh untuk sehat/berkembang/pamer doang? Kalo jawabannya negatif mending langsung diskip; 2) Barang itu bakal ngasih manfaat apa?; 3) Apakah harga segini pantas untuk manfaat itu? Bakal nyesel gak nanti?; setidaknya itu yang ada di pikiran saya akhir-akhir ini karena saya lagi gencar-gencarnya belanja bulan ini *curcol*. Pokoknya spend wisely ya teman-teman!
Begitulah
kurang lebihnya pandangan dan pengalaman saya terhadap anak kost dan
konsumerisme saat ini. Blog ini ditujukan untuk para perantau terutama
para pelajar, mahasiswa, dan pegawai, khususnya yang tinggal di
kost/asrama di Bandung, jauh dari rumah dan ingin menghemat uang makan.
Blog akan berisi resep-resep sederhana yang telah teruji beserta dengan
perhitungan harga bahannya sebagai bahan perbandingan harga makanan di
luar dengan masakan sendiri plus bonus info-info yang berkaitan dan
curcol pengalaman saya juga gapapa yaaa. Semoga bermanfaat! :D
*Catatan:
- Bahan makanan dibeli dari Borma Dago dan Pasar Simpang, Bandung.
- Harga bahan makanan dapat berubah sewaktu-waktu.
No comments:
Post a Comment